Setelah kemarin saya membahas cara membuat backup Windows 7 ke Harddisk, kali ini say akan membahas cara membua backup Windows 7 ke sebuah DVD. Membackup Windows 7 ke DVD mungkin menjadi solusi bagi Anda yang mempunyai ruang harddisk yang terbatas untuk menyimpan backup. Selain itu, jika hardisk rusak Anda masih mempunyai backup dalam sebuah DVD.
Cara membackup Windows 7 ke sebuah DVD, hampir sama dengan membackup Windows 7 ke harddisk. Perbedaanya cuma pada pemilih drive tempat penyimpanan backup. Untuk melakukan backup ke DVD, tentu hal yang harus siapkan adalah sebuah DVD blank dan sebuah optical drive yang mampu membakar sebuah DVD (DVD Burner). Namun, yang perlu Anda perhatikan adalah kapasitas dari DVD. Umumnya kapasitas DVD kira-kira 4 GB dan 9 GB. Jadi Anda harus menyesuaikan ukuran file yang akan di backup dengan kapasitas DVD blank yang Anda gunakan.
Jika semuanya sudah siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk membackup Windows 7 ke sebuah DVD:
1. Masukkan DVD blank ke DVD drive.
2. Buka Control Panel. Pada item System and Security, klik Backup your computer.
3. Selanjutnya, klik tulisan Set Backup dan akan muncul jendela Backup Wizard.
Klik gambar untuk memperbesar
4. Pada jendela Wizard yang pertama, pilih DVD Drive komputer Anda dan klik Next untuk melajutkan.
Klik gambar untuk memperbesar
5. Kemudian pilih opsi Let Windows choose (recommended) dan klik Next. Dengan memilih opsi ini Windows akan menentukan apa saja yang dibackup sesuai dengan kapasitas DVD Anda. Jika Anda ingin menentukan apa saja yang akan dibackup, pilih Let me choose.
Klik gambar untuk memperbesar
6. Selanjutnya, klik tombol Save settings and run backup untuk memulai proses backup.
Klik gambar untuk memperbesar
7. Proses backup akan segera dimulai. Tunggu hingga proses backup selesai. Waktu yang dibutuhkan proses backup ini tergantung dari ukuran file yang akan di backup.
Klik gambar untuk memperbesar
Proses backup Windows 7 ke sebuah DVD telah selesai sampai disini. Anda dpat menggunakan backup ini untuk merestore file-file penting yang ada pada Windows 7 Anda. Pada artikel selanjutnya saya akan membahas tutorial cara membuat backup Windows 7 ke Network Sharing. Semoga bermanfaat!
java
desain
Kamis, 27 Oktober 2011
Cara Mudah Merubah Tampilan Facebook
Facebook memiliki beberapa unggulan dibandingkan Friendster dkk, namun kelemahan paling fatal adalah tidak tersedianya fitur untuk merubah tampilan dan mengganti theme pada Facebook. Padahal kustomisasi theme sangatlah perlu agar bisa memiliki tampilan Facebook yang berbeda lain daripada yang lain.
Ada beberapa cara mudah merubah tampilan pada Facebook.
-Merubah tampilan layout Facebook dengan userstyles.org (untuk pemakai browser Mozilla Firefox)
1. download add-ons mozilla disini
2. klik add to firefox, instal lalu jika proses instalasi selesai restart mozilla firefox Anda
3. pilih tampilan Facebook yang diinginkan di: http://userstyles.org/styles/browse/facebook.com
4. klik tombol Load into Stylish
5. save dan refresh halaman Facebook Anda (CTRL + R)
-Merubah tampilan layout Facebook dengan yontoo.com (untuk pemakai browser Mozilla Firefox & Internet Explorer)
1. kunjungi website yontoo di: http://www.yontoo.com/
2. pilih Start Installation
3. install add-ons dan restart browser Anda
4. pasang aplikasi Page Rage di Facebook di: http://apps.facebook.com/pagerage/
5. pilih tampilan Facebook yang Anda inginkan
6. lalu refresh dan lihat tampilan baru Facebook Anda
-Merubah tampilan layout Facebook dengan menggunakan Facebook Code
dengan menggunakan Facebook code, selain merubah warna tampilan pada Facebook, Anda juga bisa menghilangkan iklan bahkan Anda bisa juga merubah theme Facebook.
Facebook Code adalah suatu script yang bisa Anda jalankan di komputer dengan tujuan agar Anda bisa lebih leluasa dalam mengakses Facebook sesuai dengan keinginan. Sebelum menjalankan dan menginstal Facebook Code terlebih dahulu pastikan bahwa di komputer terinstal Add-On GreaseMonkey untuk browser Anda. Bila Anda mempergunakan Firefox maka Anda harus menginstal dulu GreaseMonkey khusus untuk Firefox (klik disini), dan bila Anda mempergunakan Internet Explorer atau IE anda bisa mendapatkan GreaseMonkey untuk IE (klik disini).
Dengan Add-on GreaseMonkey anda bisa menginstal berbagai macam Facebook Code, yang akan merubah Tampilan Facebook di komputer anda menjadi lebih cantik dan tentunya lebih sesuai dengan keinginan. Setelah GreaseMonkey terinstal di komputer anda, pastikan anda bisa melihat icon GreaseMonkey di pojok kanan bawah browser yang anda pakai.
Note: Cara-cara merubah tampilan pada Facebook ini hanya merubah tampilan maupun theme Facebook di komputer Anda saja. Untuk mengembalikan tampilan Facebook seperti semula, Anda bisa lihat caranya di: http://www.tips-fb.com/2009/03/mengembalikan-tampilan-facebook-seperti_13.html.
Ada beberapa cara mudah merubah tampilan pada Facebook.
-Merubah tampilan layout Facebook dengan userstyles.org (untuk pemakai browser Mozilla Firefox)
1. download add-ons mozilla disini
2. klik add to firefox, instal lalu jika proses instalasi selesai restart mozilla firefox Anda
3. pilih tampilan Facebook yang diinginkan di: http://userstyles.org/styles/browse/facebook.com
4. klik tombol Load into Stylish
5. save dan refresh halaman Facebook Anda (CTRL + R)
-Merubah tampilan layout Facebook dengan yontoo.com (untuk pemakai browser Mozilla Firefox & Internet Explorer)
1. kunjungi website yontoo di: http://www.yontoo.com/
2. pilih Start Installation
3. install add-ons dan restart browser Anda
4. pasang aplikasi Page Rage di Facebook di: http://apps.facebook.com/pagerage/
5. pilih tampilan Facebook yang Anda inginkan
6. lalu refresh dan lihat tampilan baru Facebook Anda
-Merubah tampilan layout Facebook dengan menggunakan Facebook Code
dengan menggunakan Facebook code, selain merubah warna tampilan pada Facebook, Anda juga bisa menghilangkan iklan bahkan Anda bisa juga merubah theme Facebook.
Facebook Code adalah suatu script yang bisa Anda jalankan di komputer dengan tujuan agar Anda bisa lebih leluasa dalam mengakses Facebook sesuai dengan keinginan. Sebelum menjalankan dan menginstal Facebook Code terlebih dahulu pastikan bahwa di komputer terinstal Add-On GreaseMonkey untuk browser Anda. Bila Anda mempergunakan Firefox maka Anda harus menginstal dulu GreaseMonkey khusus untuk Firefox (klik disini), dan bila Anda mempergunakan Internet Explorer atau IE anda bisa mendapatkan GreaseMonkey untuk IE (klik disini).
Dengan Add-on GreaseMonkey anda bisa menginstal berbagai macam Facebook Code, yang akan merubah Tampilan Facebook di komputer anda menjadi lebih cantik dan tentunya lebih sesuai dengan keinginan. Setelah GreaseMonkey terinstal di komputer anda, pastikan anda bisa melihat icon GreaseMonkey di pojok kanan bawah browser yang anda pakai.
Note: Cara-cara merubah tampilan pada Facebook ini hanya merubah tampilan maupun theme Facebook di komputer Anda saja. Untuk mengembalikan tampilan Facebook seperti semula, Anda bisa lihat caranya di: http://www.tips-fb.com/2009/03/mengembalikan-tampilan-facebook-seperti_13.html.
Perbedaan Diantara Berbagai Format Audio
Apa Perbedaan Diantara Berbagai Format Audio?
Audio digital telah ada dalam waktu yang sangat lama sehingga pasti akan ada sejumlah besar format audio di luar sana. Berikut adalah beberapa yang lebih umum, apa yang membedakan mereka, dan gunanya.
Sebelum kita berbicara format audio, penting bagi Anda memahami dasar-dasarnya, dan itu berarti perlunya pemahaman tentang PCM. Setelah itu, kita akan membahasa berbagai format kompresi.
PCM Audio: Dimana Semuanya Dimulai
Pulse-Code Modulation (PCM) diciptakan kembali pada tahun 1937 dan merupakan pendekatan terdekat terhadap audio analog. Artinya, sebuah gelombang analog didekati dalam interval reguler. PCM dicirikan oleh dua sifat: sample rate dan kedalaman bit (bit depth). Sample rate mengukur seberapa sering (berapa kali per detik) amplitudo gelombang diambil, dan bit depth mengukur nilai-nilai digital yang mungkin. Dalam hal format audio, inilah fondasi awalnya.
Suara sejati, di dunia nyata, adalah kontiniu. Dalam dunia digital, tidak demikian. Entah bagaimana ini lebih membingungkan dengan audio dibandingkan dengan video, jadi mari kita lihat video sebagai titik perbandingan. Apa yang kita tafsirkan sebagai “gerak” atau anggap sebagai “cairan” dan terus-bergerak, dalam kenyataannya, adalah serangkaian gambar diam. Dengan cara yang sama, amplitudo gelombang suara dalam format digital tidak “cair” atau terus berubah. Ia berubah berdasarkan kriteria tertentu pada selang waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Aku tahu ada banyak di sini yang mungkin tidak mengerti hal ini kecuali Anda seorang insinyur, fisikawan, atau audiophile, jadi mari kita menyederhanakannya dengan sebuah analogi.
Misalnya kita katakan bahwa air mengalir dari keran terbuka adalah sumber audio “analog”. Suhu air dapat kita bandingkan dengan amplitudo gelombang audio; ianya sebuah zat yang perlu diukur sehingga Anda bisa menikmati dengan baik. Sampling adalah berapa kali per detik Anda mencelupkan jari Anda ke dalam air yang mengalir. Semakin sering Anda mencelupkan jari Anda ke dalamnya, semakin “berlanjut” perubahan suhu jadinya. Jika Anda mencelupkan jari Anda ke dalam air mengalir 44100 kali per detik, itu hampir seperti jari Anda berada di air sepanjang waktu, kan? Itulah ide dasar dibalik sampling.
Kedalaman bit (bit depth) sedikit rumit. Alih-alih menggunakan jari Anda, katakanlah Anda menggunakan termometer yang benar-benar buruk. Kata “Hot” untuk apapun di atas suhu kamar dan “Cold” untuk apapun di bawahnya. Terlepas dari berapa kali Anda celupkan termometer ke dalam air, ia tidak akan memberikan banyak informasi berguna. Sekarang, jika bukan hanya 2 pilihan, katakanlah termometer itu memiliki 16 nilai yang mungkin yang dapat Anda gunakan untuk mengukur suhu air. Lebih berguna, kan? Kedalaman Bit bekerja dengan cara yang sama, dalam nilai yang lebih tinggi memungkinkan perubahan lebih dinamis terhadap amplitudo suara yang akan dapat secara akurat digambarkan.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, PCM adalah dasar untuk audio digital, bersama dengan variannya. PCM mencoba untuk menciptakan gelombang, sebanyak mungkin tanpa kompresi. Ini spesial, ia siap untuk dipasang dalam prosesor sinyal digital, dan itu lebih atau kurang dapat dimainkan secara universal. Kebanyakan format lain memanipulasi audio melalui algoritma, sehingga mereka perlu di-decode ketika dimainkan. PCM audio dianggap “lossless,” ianya tidak dikompresi, dan karenanya, memakan banyak ruang harddisk.
Format Audio Tanpa Kompresi: WAV, AIFF
Baik WAV dan AIFF adalah format kontainer audio yang lossless berdasarkan PCM, dengan beberapa perubahan kecil dalam penyimpanan data. Audio PCM, bagi kebanyakan orang, hadir dalam format ini, tergantung pada apakah Anda menggunakan Windows atau OS X, dan mereka dapat dikonversi ke dan dari satu sama lain tanpa penurunan kualitas. Mereka berdua juga dianggap “lossless,” tidak dikompresi, dan stereo (2-channel) PCM audio fille, sample pada 44,1 kHz (atau 44100 kali per detik) pada 16 bit (“kualitas CD”), memakan space sekitar 10 MB per menit. Jika Anda merekam di rumah untuk keperluan mixing, format inilah yang Anda inginkan karena ini kualitas penuh.
Format Lossless: FLAC, ALAC, APE
The Free Lossless Audio Codec, Apple Lossless Audio Codec, and Monkey’s Audio are all formats which compress audio, much in the same fashion that anything is compressed in digital world: using algorithms. The difference between zipped files and FLAC files is that FLAC is designed specifically for audio, and so has better compression rates without any loss of data. Typically, you’re seeing about half the size of WAVs. That is, a FLAC file for stereo audio at “CD quality” runs roughly 5 MB per minute.
Free Lossless Audio Codec (FLAC), Apple Lossless Audio Codec (ALAC), dan Monkey’s Audio (APE) adalah semua format yang mengkompres audio, hampir sama dengan segala sesuatu yang dikompresi dalam dunia digital: menggunakan algoritma. Perbedaan antara file zip dan file FLAC adalah bahwa FLAC dirancang khusus untuk audio, sehingga memiliki tingkat kompresi yang lebih baik tanpa kehilangan data. Biasanya, Anda menjumpainya sekitar setengah ukuran format WAV. Artinya, sebuah file FLAC untuk audio stereo dengan “kualitas CD” memakan space sekitar 5 MB per menit.
The up-side is that if you want to do audio manipulation, you can convert back to a WAV without any loss of quality. If you’re an audiophile and listen to a lot of music with dynamic ranges, these formats are for you. If you’ve got a great set of speakers, cans, or earbuds, these formats will bring out the tones to showcase them.
Keunggulannya adalah jika Anda ingin melakukan manipulasi audio, Anda dapat mengkonversi kembali ke WAV tanpa kehilangan kualitas. Jika Anda seorang audiophile dan mendengarkan banyak musik dengan rentang dinamis, format ini cocok untuk Anda. Jika Anda punya satu set speaker besar, atau earbuds, format ini akan menghasilkan nada dengan kualitas penuh.
Format Lossy: MP3, AAC, WMA, Vorbis
Sebagian besar format yang Anda lihat dalam penggunaan sehari-hari adalah format “lossy”, beberapa derajat kualitas audio dikorbankan untuk mendapatkan ukuran file yang kecil. Sebuah file MP3 dengan “kualitas CD” rata-rata memakan space sekitar 1 MB per menit. Perbedaan besar dibandingkan dengan PCM, bukan? Ini disebut kompresi lossy, tetapi tidak seperti format lossless, Anda tidak bisa mendapatkan kembali kualitas penuh setelah Anda mengkompresnya menjadi format lossy. Format Lossy yang berbeda menggunakan algoritma yang berbeda untuk menyimpan data, sehingga mereka biasanya bervariasi dalam ukuran file untuk kualitas yang sebanding. Format Lossy juga menggunakan bitrate untuk merujuk kepada kualitas audio, yang biasanya terlihat seperti “192 kbit/s” atau “192 kbps.” Angka yang lebih tinggi berarti lebih banyak data sedang dipompa keluar, sehingga kualitasnya lebih bagus dan terjaga. Berikut adalah beberapa rincian untuk format lossy yang populer.
• MP3: MPEG 1 Audio Layer 3, format lossy audio codec yang paling umum sekarang. Meskipun tumpukan permasalahan paten, MP3 masih sangat populer. Siapa sih sekarang yang tidak memiliki file MP3?
• Vorbis: Format lossy yang free dan open source, digunakan lebih sering di game PC seperti Unreal Tournament 3. Penggemar FOSS, seperti banyak pengguna Linux, pasti akan melihat banyak format ini.
• AAC: Advanced Audio Coding, sebuah format standar yang sekarang digunakan dengan video MPEG4. Ini sangat didukung karena kompatibilitas dengan DRM (misalnya Apple Fairplay), pengembangan dari mp3, dan karena tidak diperlukan lisensi untuk streaming atau mendistribusikan konten dalam format ini. Penggemar Apple mungkin akan memiliki banyak file AAC.
• WMA: Windows Media Audio, format audio lossy Microsoft. Ini dikembangkan dan digunakan untuk menghindari masalah lisensi dengan format MP3, tetapi karena perbaikan besar dan kompatibilitas DRM, serta implementasi lossless, format ini masih ada. Format ini sangat populer sebelum iTunes menjadi juara musik DRM.
Format lossy adalah format audio yang Anda gunakan sehari-hari. Format ini dirancang untuk ekonomis terhadap ruang hard drive. Format apa yang Anda pilih bergantung pada digital audio player yang Anda gunakan, berapa banyak ruang yang anda miliki, seberapa tinggi permintaan kualitas Anda, dan banyak lagi alasan simpel lainnya. Saat ini, komputer dapat memainkan apapun, sebagian besar pemutar audio (kecuali Apple, tentu saja) mampu memutar beberapa format lossy, dan semakin banyak yand dapat memutar FLAC dan APE. Apple masih setia pada MP3, ALAC, dan AAC.
Apakah Kualitas Audio Subjektif?
Tentu saja. Pada akhirnya, telinga Anda yang mengkonsumsi sebagian besar audio ini, tapi ada lebih banyak alasan untuk berpikir tentang kualitas secara serius. Ketika saya pertama kali mulai membuat koleksi musik digital saya, saya tidak bisa benar-benar tahu perbedaan antara MP3 128kbit dan CD audio. Bagi telinga saya, tidak ada perbedaan yang nyata. Seiring waktu, bagaimanapun juga, saya akhirnya menyadari bahwa 256 kbit terdengar jauh lebih baik, dan setelah saya membeli satu set headphone yang bagus kualitasnya (dan mahal!), saya beralih kembali ke audio CD! Hal ini juga tergantung pada genre musik.
Terdapat banyak hal yang mempengaruhi di sini, supaya tidak membuat kesalahan tentang itu. Butuh beberapa saat sebelum saya memutuskan menggunakan FLAC untuk beberapa musik dan MP3 320kbps untuk sisanya. Poin saya adalah bahwa Anda harus bereksperimen untuk mengetahui format apa yang terbaik untuk Anda dan musik Anda, namun perlu diingat bahwa perubahan selera Anda, persepsi Anda, peralatan Anda, dan pentingnya mutu akan berpengaruh juga.
Dan semua hal ini bahkan lebih rumit ketika Anda tidak hanya berbicara tentang musik, tapi tentang trek suara, efek suara, noise, dll Ada dunia suara di luar sana, jadi jangan berkecil hati! Dengan mempelajari apa yang Anda bisa dan mendengarkan untuk diri sendiri, Anda dapat menggunakan info ini untuk keuntungan Anda dalam proyek-proyek audio masa depan Anda.
Audio digital telah ada dalam waktu yang sangat lama sehingga pasti akan ada sejumlah besar format audio di luar sana. Berikut adalah beberapa yang lebih umum, apa yang membedakan mereka, dan gunanya.
Sebelum kita berbicara format audio, penting bagi Anda memahami dasar-dasarnya, dan itu berarti perlunya pemahaman tentang PCM. Setelah itu, kita akan membahasa berbagai format kompresi.
PCM Audio: Dimana Semuanya Dimulai
Pulse-Code Modulation (PCM) diciptakan kembali pada tahun 1937 dan merupakan pendekatan terdekat terhadap audio analog. Artinya, sebuah gelombang analog didekati dalam interval reguler. PCM dicirikan oleh dua sifat: sample rate dan kedalaman bit (bit depth). Sample rate mengukur seberapa sering (berapa kali per detik) amplitudo gelombang diambil, dan bit depth mengukur nilai-nilai digital yang mungkin. Dalam hal format audio, inilah fondasi awalnya.
Suara sejati, di dunia nyata, adalah kontiniu. Dalam dunia digital, tidak demikian. Entah bagaimana ini lebih membingungkan dengan audio dibandingkan dengan video, jadi mari kita lihat video sebagai titik perbandingan. Apa yang kita tafsirkan sebagai “gerak” atau anggap sebagai “cairan” dan terus-bergerak, dalam kenyataannya, adalah serangkaian gambar diam. Dengan cara yang sama, amplitudo gelombang suara dalam format digital tidak “cair” atau terus berubah. Ia berubah berdasarkan kriteria tertentu pada selang waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Aku tahu ada banyak di sini yang mungkin tidak mengerti hal ini kecuali Anda seorang insinyur, fisikawan, atau audiophile, jadi mari kita menyederhanakannya dengan sebuah analogi.
Misalnya kita katakan bahwa air mengalir dari keran terbuka adalah sumber audio “analog”. Suhu air dapat kita bandingkan dengan amplitudo gelombang audio; ianya sebuah zat yang perlu diukur sehingga Anda bisa menikmati dengan baik. Sampling adalah berapa kali per detik Anda mencelupkan jari Anda ke dalam air yang mengalir. Semakin sering Anda mencelupkan jari Anda ke dalamnya, semakin “berlanjut” perubahan suhu jadinya. Jika Anda mencelupkan jari Anda ke dalam air mengalir 44100 kali per detik, itu hampir seperti jari Anda berada di air sepanjang waktu, kan? Itulah ide dasar dibalik sampling.
Kedalaman bit (bit depth) sedikit rumit. Alih-alih menggunakan jari Anda, katakanlah Anda menggunakan termometer yang benar-benar buruk. Kata “Hot” untuk apapun di atas suhu kamar dan “Cold” untuk apapun di bawahnya. Terlepas dari berapa kali Anda celupkan termometer ke dalam air, ia tidak akan memberikan banyak informasi berguna. Sekarang, jika bukan hanya 2 pilihan, katakanlah termometer itu memiliki 16 nilai yang mungkin yang dapat Anda gunakan untuk mengukur suhu air. Lebih berguna, kan? Kedalaman Bit bekerja dengan cara yang sama, dalam nilai yang lebih tinggi memungkinkan perubahan lebih dinamis terhadap amplitudo suara yang akan dapat secara akurat digambarkan.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, PCM adalah dasar untuk audio digital, bersama dengan variannya. PCM mencoba untuk menciptakan gelombang, sebanyak mungkin tanpa kompresi. Ini spesial, ia siap untuk dipasang dalam prosesor sinyal digital, dan itu lebih atau kurang dapat dimainkan secara universal. Kebanyakan format lain memanipulasi audio melalui algoritma, sehingga mereka perlu di-decode ketika dimainkan. PCM audio dianggap “lossless,” ianya tidak dikompresi, dan karenanya, memakan banyak ruang harddisk.
Format Audio Tanpa Kompresi: WAV, AIFF
Baik WAV dan AIFF adalah format kontainer audio yang lossless berdasarkan PCM, dengan beberapa perubahan kecil dalam penyimpanan data. Audio PCM, bagi kebanyakan orang, hadir dalam format ini, tergantung pada apakah Anda menggunakan Windows atau OS X, dan mereka dapat dikonversi ke dan dari satu sama lain tanpa penurunan kualitas. Mereka berdua juga dianggap “lossless,” tidak dikompresi, dan stereo (2-channel) PCM audio fille, sample pada 44,1 kHz (atau 44100 kali per detik) pada 16 bit (“kualitas CD”), memakan space sekitar 10 MB per menit. Jika Anda merekam di rumah untuk keperluan mixing, format inilah yang Anda inginkan karena ini kualitas penuh.
Format Lossless: FLAC, ALAC, APE
The Free Lossless Audio Codec, Apple Lossless Audio Codec, and Monkey’s Audio are all formats which compress audio, much in the same fashion that anything is compressed in digital world: using algorithms. The difference between zipped files and FLAC files is that FLAC is designed specifically for audio, and so has better compression rates without any loss of data. Typically, you’re seeing about half the size of WAVs. That is, a FLAC file for stereo audio at “CD quality” runs roughly 5 MB per minute.
Free Lossless Audio Codec (FLAC), Apple Lossless Audio Codec (ALAC), dan Monkey’s Audio (APE) adalah semua format yang mengkompres audio, hampir sama dengan segala sesuatu yang dikompresi dalam dunia digital: menggunakan algoritma. Perbedaan antara file zip dan file FLAC adalah bahwa FLAC dirancang khusus untuk audio, sehingga memiliki tingkat kompresi yang lebih baik tanpa kehilangan data. Biasanya, Anda menjumpainya sekitar setengah ukuran format WAV. Artinya, sebuah file FLAC untuk audio stereo dengan “kualitas CD” memakan space sekitar 5 MB per menit.
The up-side is that if you want to do audio manipulation, you can convert back to a WAV without any loss of quality. If you’re an audiophile and listen to a lot of music with dynamic ranges, these formats are for you. If you’ve got a great set of speakers, cans, or earbuds, these formats will bring out the tones to showcase them.
Keunggulannya adalah jika Anda ingin melakukan manipulasi audio, Anda dapat mengkonversi kembali ke WAV tanpa kehilangan kualitas. Jika Anda seorang audiophile dan mendengarkan banyak musik dengan rentang dinamis, format ini cocok untuk Anda. Jika Anda punya satu set speaker besar, atau earbuds, format ini akan menghasilkan nada dengan kualitas penuh.
Format Lossy: MP3, AAC, WMA, Vorbis
Sebagian besar format yang Anda lihat dalam penggunaan sehari-hari adalah format “lossy”, beberapa derajat kualitas audio dikorbankan untuk mendapatkan ukuran file yang kecil. Sebuah file MP3 dengan “kualitas CD” rata-rata memakan space sekitar 1 MB per menit. Perbedaan besar dibandingkan dengan PCM, bukan? Ini disebut kompresi lossy, tetapi tidak seperti format lossless, Anda tidak bisa mendapatkan kembali kualitas penuh setelah Anda mengkompresnya menjadi format lossy. Format Lossy yang berbeda menggunakan algoritma yang berbeda untuk menyimpan data, sehingga mereka biasanya bervariasi dalam ukuran file untuk kualitas yang sebanding. Format Lossy juga menggunakan bitrate untuk merujuk kepada kualitas audio, yang biasanya terlihat seperti “192 kbit/s” atau “192 kbps.” Angka yang lebih tinggi berarti lebih banyak data sedang dipompa keluar, sehingga kualitasnya lebih bagus dan terjaga. Berikut adalah beberapa rincian untuk format lossy yang populer.
• MP3: MPEG 1 Audio Layer 3, format lossy audio codec yang paling umum sekarang. Meskipun tumpukan permasalahan paten, MP3 masih sangat populer. Siapa sih sekarang yang tidak memiliki file MP3?
• Vorbis: Format lossy yang free dan open source, digunakan lebih sering di game PC seperti Unreal Tournament 3. Penggemar FOSS, seperti banyak pengguna Linux, pasti akan melihat banyak format ini.
• AAC: Advanced Audio Coding, sebuah format standar yang sekarang digunakan dengan video MPEG4. Ini sangat didukung karena kompatibilitas dengan DRM (misalnya Apple Fairplay), pengembangan dari mp3, dan karena tidak diperlukan lisensi untuk streaming atau mendistribusikan konten dalam format ini. Penggemar Apple mungkin akan memiliki banyak file AAC.
• WMA: Windows Media Audio, format audio lossy Microsoft. Ini dikembangkan dan digunakan untuk menghindari masalah lisensi dengan format MP3, tetapi karena perbaikan besar dan kompatibilitas DRM, serta implementasi lossless, format ini masih ada. Format ini sangat populer sebelum iTunes menjadi juara musik DRM.
Format lossy adalah format audio yang Anda gunakan sehari-hari. Format ini dirancang untuk ekonomis terhadap ruang hard drive. Format apa yang Anda pilih bergantung pada digital audio player yang Anda gunakan, berapa banyak ruang yang anda miliki, seberapa tinggi permintaan kualitas Anda, dan banyak lagi alasan simpel lainnya. Saat ini, komputer dapat memainkan apapun, sebagian besar pemutar audio (kecuali Apple, tentu saja) mampu memutar beberapa format lossy, dan semakin banyak yand dapat memutar FLAC dan APE. Apple masih setia pada MP3, ALAC, dan AAC.
Apakah Kualitas Audio Subjektif?
Tentu saja. Pada akhirnya, telinga Anda yang mengkonsumsi sebagian besar audio ini, tapi ada lebih banyak alasan untuk berpikir tentang kualitas secara serius. Ketika saya pertama kali mulai membuat koleksi musik digital saya, saya tidak bisa benar-benar tahu perbedaan antara MP3 128kbit dan CD audio. Bagi telinga saya, tidak ada perbedaan yang nyata. Seiring waktu, bagaimanapun juga, saya akhirnya menyadari bahwa 256 kbit terdengar jauh lebih baik, dan setelah saya membeli satu set headphone yang bagus kualitasnya (dan mahal!), saya beralih kembali ke audio CD! Hal ini juga tergantung pada genre musik.
Terdapat banyak hal yang mempengaruhi di sini, supaya tidak membuat kesalahan tentang itu. Butuh beberapa saat sebelum saya memutuskan menggunakan FLAC untuk beberapa musik dan MP3 320kbps untuk sisanya. Poin saya adalah bahwa Anda harus bereksperimen untuk mengetahui format apa yang terbaik untuk Anda dan musik Anda, namun perlu diingat bahwa perubahan selera Anda, persepsi Anda, peralatan Anda, dan pentingnya mutu akan berpengaruh juga.
Dan semua hal ini bahkan lebih rumit ketika Anda tidak hanya berbicara tentang musik, tapi tentang trek suara, efek suara, noise, dll Ada dunia suara di luar sana, jadi jangan berkecil hati! Dengan mempelajari apa yang Anda bisa dan mendengarkan untuk diri sendiri, Anda dapat menggunakan info ini untuk keuntungan Anda dalam proyek-proyek audio masa depan Anda.
Minggu, 09 Oktober 2011
MENGGUNAKAN DIAGRAM REA
• Penerapan Diagram REA pada Siklus pendapatan
Aktivitas Bisnis Siklus pendapatan
Satu-satunya tujuan SIA dalam siklus pendapatan adalah untuk menunjang
pelaksanaan aktivitas-aktivitas bisnis dengan pemrosesan transaksi data secara efektif.ada empat aktivitas bisnis siklus pendapatan berikut: sales order
entry, shipping, billing, dan cash collections. Kemajuan teknologi informasi
memungkinkan beberapa aktivitas tersebut dilaksanakan secara bersamaan.
Aktivitas pertama pada siklus pendapatan adalah sales order entry. Pada aktivitas
sales order entry customer orders dikumpulkan dan diproses oleh salesperson. Agar salesperson dapat memutuskan customer orders diterima atau ditolak diperlukan informasi persediaan yang dimiliki dan status kredit. Salesperson dapat melihat informasi persediaan yang dimiliki dari file inventory. Sedangkan informasi status kredit pelanggan dapat dilihat pada file customer. Jika customer orders diterima, makasalesperson mencatat customer orders pada file sales orders. Keputusan yang menyangkut kebijaksanaan kredit dalam menyetujui kredit untuk pelanggan baru atau mengubah batas kredit pelanggan lama dilakukan oleh manajer kredit. Hal tersebut menunjukkan pemisahan kewajiban otorisasi dan pencatatan. Aktivitas sales order entry meliputi tiga aktivitas berikut: responding to customer inquiries, checking and approving customer credit, dan checking inventory availability. Pada aktivitas responding to customer inquiries salesperson menanggapi permintaan pelanggan yang berhubungan dengan jumlah persediaan dan harga (dapat dilihat pada file inventory) serta status pesanan (dari file sales order). Sedangkan permintaan yang berhubungan dengan current account balances dapat dijawab berdasarkan informasi yang diperoleh dari file customer. Aktivitas checking and approving customer credit memutuskan apakah penjualan boleh dilakukan secara kredit. Salesperson memutuskan persetujuan kredit berdasarkan account balance maksimum yang diijinkan untuk pelanggan tersebut. Account balance ditentukan berdasarkan sejarah kredit dan kemampuan bayar masa lalu. Persetujuan kredit pelanggan dilakukan dengan memeriksa file customer. Bandingkan jumlah batas kredit pelanggan dengan jumlah order ditambah dengan jumlah account balance current, jika jumlah tidak melampaui batas kredit pelanggan.Sedangkan jika permintaan kredit pelanggan melebihi batas yang sudah ditentukan, maka persetujuan kredit dilakukan oleh manajer kredit. Jika permintaan ditolak, maka salesperson harus memberi informasi kepada customer. Aktivitas checking inventory availability memeriksa jumlah persediaan yang dimiliki dari file inventory. Jika jumlah persediaan tidak mencukupi jumlah permintaan, maka dibuat back order untuk bagian pembelian. Salesperson membuat sales orders dan menginformasikan tanggal pengiriman barang. Sales orders mengakibatkan aktivitas shipping (berdasarkan packing slip), billing, dan bagian gudang menyiapkan barang (berdasarkan picking ticket).
Aktivitas kedua pada siklus pendapatan adalah shipping. Pada aktivitas ini pesanan
::Referensi::
Http://Puslit.Petra.Ac.Id/Journals/Accounting/
Romney, Marshall B., 2006, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9, Buku 1, Salemba Empat
Jakarta
Aktivitas Bisnis Siklus pendapatan
Satu-satunya tujuan SIA dalam siklus pendapatan adalah untuk menunjang
pelaksanaan aktivitas-aktivitas bisnis dengan pemrosesan transaksi data secara efektif.ada empat aktivitas bisnis siklus pendapatan berikut: sales order
entry, shipping, billing, dan cash collections. Kemajuan teknologi informasi
memungkinkan beberapa aktivitas tersebut dilaksanakan secara bersamaan.
Aktivitas pertama pada siklus pendapatan adalah sales order entry. Pada aktivitas
sales order entry customer orders dikumpulkan dan diproses oleh salesperson. Agar salesperson dapat memutuskan customer orders diterima atau ditolak diperlukan informasi persediaan yang dimiliki dan status kredit. Salesperson dapat melihat informasi persediaan yang dimiliki dari file inventory. Sedangkan informasi status kredit pelanggan dapat dilihat pada file customer. Jika customer orders diterima, makasalesperson mencatat customer orders pada file sales orders. Keputusan yang menyangkut kebijaksanaan kredit dalam menyetujui kredit untuk pelanggan baru atau mengubah batas kredit pelanggan lama dilakukan oleh manajer kredit. Hal tersebut menunjukkan pemisahan kewajiban otorisasi dan pencatatan. Aktivitas sales order entry meliputi tiga aktivitas berikut: responding to customer inquiries, checking and approving customer credit, dan checking inventory availability. Pada aktivitas responding to customer inquiries salesperson menanggapi permintaan pelanggan yang berhubungan dengan jumlah persediaan dan harga (dapat dilihat pada file inventory) serta status pesanan (dari file sales order). Sedangkan permintaan yang berhubungan dengan current account balances dapat dijawab berdasarkan informasi yang diperoleh dari file customer. Aktivitas checking and approving customer credit memutuskan apakah penjualan boleh dilakukan secara kredit. Salesperson memutuskan persetujuan kredit berdasarkan account balance maksimum yang diijinkan untuk pelanggan tersebut. Account balance ditentukan berdasarkan sejarah kredit dan kemampuan bayar masa lalu. Persetujuan kredit pelanggan dilakukan dengan memeriksa file customer. Bandingkan jumlah batas kredit pelanggan dengan jumlah order ditambah dengan jumlah account balance current, jika jumlah tidak melampaui batas kredit pelanggan.Sedangkan jika permintaan kredit pelanggan melebihi batas yang sudah ditentukan, maka persetujuan kredit dilakukan oleh manajer kredit. Jika permintaan ditolak, maka salesperson harus memberi informasi kepada customer. Aktivitas checking inventory availability memeriksa jumlah persediaan yang dimiliki dari file inventory. Jika jumlah persediaan tidak mencukupi jumlah permintaan, maka dibuat back order untuk bagian pembelian. Salesperson membuat sales orders dan menginformasikan tanggal pengiriman barang. Sales orders mengakibatkan aktivitas shipping (berdasarkan packing slip), billing, dan bagian gudang menyiapkan barang (berdasarkan picking ticket).
Aktivitas kedua pada siklus pendapatan adalah shipping. Pada aktivitas ini pesanan
::Referensi::
Http://Puslit.Petra.Ac.Id/Journals/Accounting/
Romney, Marshall B., 2006, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9, Buku 1, Salemba Empat
Jakarta
PEOSES DESAIN DATABASE
Buat para Database designer atau Database Administrator (DBA) mendesain database adalah hal yang sudah biasa dilakukan, namun bagaimana buat kita-kita yang baru saja mempelajari database, atau belum pernah sama sekali mendesain database?
Maka disini saya ingin sharing bagaimana langkah-langkah yang baik dan benar untuk mendesain sebuah database:
1. Analisis Persyaratan: Langkah pertama dalam mendesain sebuah aplikasi database adalah memahami dan mengetahui data yang harus disimpan di dalam database, aplikasi apa yang harus dibangun diatasnya, dan jenis operasi apa yang lebih banyak digunakan, dan subjek untuk melakukan persyaratan yang ada. Dengan kata lain, kita harus tahu apa yang diinginkan pengguna database tersebut. Biasanya ini adalah sebuah proses informal yang melibatkan partisipasi kelompok pengguna, studi tentang lingkungan pegoprasian saat ini dan bagaimana perkiraan perubahan lingkungan tersebut, analisis dokumen yang ada dalam suatu aplikasi yang diharapkan akan diganti atau dilengkapi oleh database, dan seterusnya. Banyak metodologi yang diusulkan untuk menyusun dan menampilkan informasi yang dikumpulkan pada langkah tersebut. Beberapa alat otomatis pun telah dikembangkan untuk mendukung proses ini.
2. Desain Database Konseptual: Informasi dikumpulkan pada saat analisis persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang harus disimpan dalam database, bersama dengan batasan yang telah diketahui untuk menetapkan penyimpanan data tersebut. Langkah ini sering dilakukan dengan menggunkan model ER. Model ER adalah salah satu dari model data tingkat tinggi, atau semantik, yang digunakan dalam desain database. Tujuannya adalah menciptakan gambaran sederhana tentang data yang mirip dengan pemikiran pengguna dan pengembang mengenai data tersebut (orang dan proses yang dinyatakan dalam data tersebut). Hal tersebut menfasilitasi diskusi di antara orang-orang yang terlibat dalam proses desain, bahkan mereka yang tidak mempunyai latar belakang teknis. Pada saat yang sama, desain awal harus akurat untuk membantu ketapatan translasi ke dalam sebuah model data yang didukung oleh sistem database komersial (yang dalam prakteknya berarti model relasional).
3. Desain Database Logika: Kita harus memilih sebuah DBMS untuk mengimplementasikan desain database kita, dan mengubah konsep desain database menjadi sebuah skema database dalam model data dari DBMS terpilih. Kitah hanya akan memperhatikan DBMS relasional, dan dengan demikian tugas desain logika adalah mengubah skema ER menjadi skema database relasional.
4. Perbaikan Skema: Langkah keempat dalam desain dataase adalah analisis sekumpulan relasi dalam skema database relasional untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul, dan memperbaikinya. Berbeda dengan alaisis persyaratan dan langkah-langkah desain konseptual, yang secara esensial bersifat subjektif, perbaikan skema dapat dipandu oleh beberapa teori yang kuat dan bagus. Langkah keempat ini, para akademis IT lebih sering disebut dengan Normalisasi.
5. Desain Database Fisik: pada langkah ini, kita juga mempertimbagkan beban kerja umum yang diharapkan dapat didukung oleh datagbase kita dan memperbaiki deswain database di masa mendatang untuk memastikan terpenuhinya kriteria performa yang diinginkan. Langkah ini hanya mencakup pembuatan indeks pada beberapa tabe dan mengelompokkan beberapa tabel, atau bahkan melibatkan desain ulang yang substansial terhadap beberapa bagian skema database yang didapat dari langkah pertama desain database.
6. Desain Aplikasi dan Keamanan: Semua proyek perangkat lunak yang melibatkan sebuah DBMS harus mempertimbangkan aspek aplikasi yang berada di luar database itu sendiri. Metodologi desain seperti UML mencoba menekankan desain perangkat lunak dan siklus pengembangan yang lengkap. Secara singkat, kita harus bisa mengidentifikasi entitas (contohnya pengguna, grup-grup pengguna, dan bagian-bagian lain) dan proses-proses yang terlibat dalam aplikasi. Kita harus menggambarkan peran setiap entitas dalam setiap proses yang akan direfleksikan pada beberapa tugas aplikasi, sebagai bagian dari aliran kerja lengkap untuk tugas tersebut. Untuk tiap peran, kita harus bisa mengidentifikasi bagian database yang harus bisa diakses dan yang tidak bisa diakses, dan kitah harus bisa menganmbil langkah untuk memastikan bahwa aturan akses terseut dilakukan. DBMS memberikan beberapa mekanisme untuk membantu langkah tersebut.
Demikianlah langkah-langkah desain database yang harus kita lakukan jika kita ingin membangun sebuah database yang baik dan benar. Secara realistis, meskipun kita mulai dari proses 6 langkah diatas, sebuah desain database yang lengkap mungkin akan memerlukan sebuah fase tuning (penyesuaian) sesudah itu sampai desain tersebut memuaskan.
Maka disini saya ingin sharing bagaimana langkah-langkah yang baik dan benar untuk mendesain sebuah database:
1. Analisis Persyaratan: Langkah pertama dalam mendesain sebuah aplikasi database adalah memahami dan mengetahui data yang harus disimpan di dalam database, aplikasi apa yang harus dibangun diatasnya, dan jenis operasi apa yang lebih banyak digunakan, dan subjek untuk melakukan persyaratan yang ada. Dengan kata lain, kita harus tahu apa yang diinginkan pengguna database tersebut. Biasanya ini adalah sebuah proses informal yang melibatkan partisipasi kelompok pengguna, studi tentang lingkungan pegoprasian saat ini dan bagaimana perkiraan perubahan lingkungan tersebut, analisis dokumen yang ada dalam suatu aplikasi yang diharapkan akan diganti atau dilengkapi oleh database, dan seterusnya. Banyak metodologi yang diusulkan untuk menyusun dan menampilkan informasi yang dikumpulkan pada langkah tersebut. Beberapa alat otomatis pun telah dikembangkan untuk mendukung proses ini.
2. Desain Database Konseptual: Informasi dikumpulkan pada saat analisis persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang harus disimpan dalam database, bersama dengan batasan yang telah diketahui untuk menetapkan penyimpanan data tersebut. Langkah ini sering dilakukan dengan menggunkan model ER. Model ER adalah salah satu dari model data tingkat tinggi, atau semantik, yang digunakan dalam desain database. Tujuannya adalah menciptakan gambaran sederhana tentang data yang mirip dengan pemikiran pengguna dan pengembang mengenai data tersebut (orang dan proses yang dinyatakan dalam data tersebut). Hal tersebut menfasilitasi diskusi di antara orang-orang yang terlibat dalam proses desain, bahkan mereka yang tidak mempunyai latar belakang teknis. Pada saat yang sama, desain awal harus akurat untuk membantu ketapatan translasi ke dalam sebuah model data yang didukung oleh sistem database komersial (yang dalam prakteknya berarti model relasional).
3. Desain Database Logika: Kita harus memilih sebuah DBMS untuk mengimplementasikan desain database kita, dan mengubah konsep desain database menjadi sebuah skema database dalam model data dari DBMS terpilih. Kitah hanya akan memperhatikan DBMS relasional, dan dengan demikian tugas desain logika adalah mengubah skema ER menjadi skema database relasional.
4. Perbaikan Skema: Langkah keempat dalam desain dataase adalah analisis sekumpulan relasi dalam skema database relasional untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul, dan memperbaikinya. Berbeda dengan alaisis persyaratan dan langkah-langkah desain konseptual, yang secara esensial bersifat subjektif, perbaikan skema dapat dipandu oleh beberapa teori yang kuat dan bagus. Langkah keempat ini, para akademis IT lebih sering disebut dengan Normalisasi.
5. Desain Database Fisik: pada langkah ini, kita juga mempertimbagkan beban kerja umum yang diharapkan dapat didukung oleh datagbase kita dan memperbaiki deswain database di masa mendatang untuk memastikan terpenuhinya kriteria performa yang diinginkan. Langkah ini hanya mencakup pembuatan indeks pada beberapa tabe dan mengelompokkan beberapa tabel, atau bahkan melibatkan desain ulang yang substansial terhadap beberapa bagian skema database yang didapat dari langkah pertama desain database.
6. Desain Aplikasi dan Keamanan: Semua proyek perangkat lunak yang melibatkan sebuah DBMS harus mempertimbangkan aspek aplikasi yang berada di luar database itu sendiri. Metodologi desain seperti UML mencoba menekankan desain perangkat lunak dan siklus pengembangan yang lengkap. Secara singkat, kita harus bisa mengidentifikasi entitas (contohnya pengguna, grup-grup pengguna, dan bagian-bagian lain) dan proses-proses yang terlibat dalam aplikasi. Kita harus menggambarkan peran setiap entitas dalam setiap proses yang akan direfleksikan pada beberapa tugas aplikasi, sebagai bagian dari aliran kerja lengkap untuk tugas tersebut. Untuk tiap peran, kita harus bisa mengidentifikasi bagian database yang harus bisa diakses dan yang tidak bisa diakses, dan kitah harus bisa menganmbil langkah untuk memastikan bahwa aturan akses terseut dilakukan. DBMS memberikan beberapa mekanisme untuk membantu langkah tersebut.
Demikianlah langkah-langkah desain database yang harus kita lakukan jika kita ingin membangun sebuah database yang baik dan benar. Secara realistis, meskipun kita mulai dari proses 6 langkah diatas, sebuah desain database yang lengkap mungkin akan memerlukan sebuah fase tuning (penyesuaian) sesudah itu sampai desain tersebut memuaskan.
MODEL DATA REA
Database yang memenuhi aturan normalisasi diperlukan untuk menunjang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terkomputerisasi. Alat yang biasa digunakan untuk merancang database adalah Entity Relationship Model (Model E-R). Namun aturan penggambaran diagram tidak begitu jelas, sehingga mempersulit perancang data untuk membentuk database yang memenuhi aturan normalisasi. Model REA merupakan pengembangan dari Model E-R. Model REA menerapkan prinsip give-toget, sehingga mempermudah pembentukan model data.
Dalam tulisan ini dibahas Logical dan Physical View data, schema, Model REA, menyusun diagram REA, tahap-tahap perancangan database dan peran serta akuntan, serta cara mengimplementasikan Model REA ke database relasional, khususnya pada siklus pendapatan.
Kata kunci: Database, Model E-R, Model REA, SIA, Siklus Pendapatan
Kemajuan teknologi komputer dan informasi berdampak pada cara pencatatan akuntansi tradisional, dimana penyajian informasi keuangan dari SIA manual yang berdasarkan historical cost, dengan adanya teknologi komputer, maka informasi keuangan dapat disajikan berdasarkan current replacemenrt cost dan market value. SIA yang terkomputerisasi memungkinkan pemakai laporan keuangan dapat melihat laporan keuangan setiap saat secara cepat, akurat, dan benar. Dengan bantuan komputer, data yang dicatat bukan hanya data keuangan saja, melainkan data lain seperti: data pelanggan dan penjualan. Data non-keuangan dapat dianalisis untuk menghasilkan informasi non-keuangan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan strategik dalam mencapai tujuan perusahaan (Santosa 1999:2).
SIA terkomputerisasi dapat menyajikan informasi keuangan dan non-keuangan dengan mudah karena didukung oleh database. Dengan adanya database, maka data dapat terintegrasi, duplikasi dapat dikurangi, format data tidak tergantung pada aplikasi program, memudahkan pemakai data, menyajikan informasi dengan bantuan bahasa query (Kroenke 2000:13-14). Dalam rangka mengurangi duplikasi/pengulangan data, ada indikasi untuk meninggalkan model double-entry bookeeping (Romney 2000:161). Hal tersebut merupakan tantangan bagi akuntan untuk memahami database lebih jauh.
Whitten (2000:133-173) berpendapat bahwa Joint Project Planning (JPP) dan Joint Requirements Planning (JRP) merupakan strategi yang paling efektif dan tercepat dalam merancang sistem. JPP merupakan strategi dimana semua stakeholders project (system owners, users, analysts, designers dan builders) berpartisipasi dalam ruang kerja project management. Dari JPP dapat ditentukan: lingkup projek, rencana kerja, sumber, dan anggaran. Sedangkan JRP merupakan teknik yang menggunakan ruang kerja untuk mempertemukan system owners, users, analysts, designers dan builders untuk bersama-sama menganalisis sistem.
Whitten (1994:43) mengelompokkan building block-people menjadi beberapa system users, salah satunya adalah technical and professional staff. Orang yang berada pada kelompok technical and professional staff memiliki keahlian khusus, misalnya akuntan. Dengan demikian akuntan berperan dalam perencanaan di atas. Akuntan tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi berperan pada keseluruhan perancangan database. Akuntan berperan dalam perancangan conceptual, external, dan internal-level schema. Oleh sebab itu akuntan harus memiliki pengetahuan sistem database yang baik, sehingga dapat berpartisipasi dalam merancang SIA terkomputerisasi. Partisipasi akuntan yang utama adalah menjamin bahwa pengawasan memadai diterapkan dalam sistem database, guna menjaga data. Akuntan juga harus memberi keyakinan bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya.
Berdasarkan pengamatan terhadap mahasiswa yang menempuh mata kuliah Database Manajemen Sistem, yang penulis asuh sejak tahun 1996 di Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra, mahasiswa mengalami kesulitan dalam menggambarkan Diagram Entity-Relationship (ERD). Entity apa yang harus disertakan, attribute apa yang harus dicantumkan pada masing-masing Entity. Umumnya mahasiswa menggambarkan ERD seperti pada Gambar 1(A), sebenarnya penggambaran tersebut tidak terlalu salah, walaupun cukup sulit untuk menghasilkan database yang memenuhi normalisasi (Yuliana 2001:37). Penulis harus mengilustrasi seperti pada Gambar 1(B), sehingga mahasiswa dapat menggambarkan ERD seperti pada Gambar 1(C). Karena mahasiswa akuntansi sudah memahami siklus-siklus akuntansi, maka ada cara pendekatan lain, yaitu Diagram REA. Pada tulisan ini diagram REA diterapkan hanya pada siklus pendapatan.
Dalam tulisan ini dibahas Logical dan Physical View data, schema, Model REA, menyusun diagram REA, tahap-tahap perancangan database dan peran serta akuntan, serta cara mengimplementasikan Model REA ke database relasional, khususnya pada siklus pendapatan.
Kata kunci: Database, Model E-R, Model REA, SIA, Siklus Pendapatan
Kemajuan teknologi komputer dan informasi berdampak pada cara pencatatan akuntansi tradisional, dimana penyajian informasi keuangan dari SIA manual yang berdasarkan historical cost, dengan adanya teknologi komputer, maka informasi keuangan dapat disajikan berdasarkan current replacemenrt cost dan market value. SIA yang terkomputerisasi memungkinkan pemakai laporan keuangan dapat melihat laporan keuangan setiap saat secara cepat, akurat, dan benar. Dengan bantuan komputer, data yang dicatat bukan hanya data keuangan saja, melainkan data lain seperti: data pelanggan dan penjualan. Data non-keuangan dapat dianalisis untuk menghasilkan informasi non-keuangan yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan strategik dalam mencapai tujuan perusahaan (Santosa 1999:2).
SIA terkomputerisasi dapat menyajikan informasi keuangan dan non-keuangan dengan mudah karena didukung oleh database. Dengan adanya database, maka data dapat terintegrasi, duplikasi dapat dikurangi, format data tidak tergantung pada aplikasi program, memudahkan pemakai data, menyajikan informasi dengan bantuan bahasa query (Kroenke 2000:13-14). Dalam rangka mengurangi duplikasi/pengulangan data, ada indikasi untuk meninggalkan model double-entry bookeeping (Romney 2000:161). Hal tersebut merupakan tantangan bagi akuntan untuk memahami database lebih jauh.
Whitten (2000:133-173) berpendapat bahwa Joint Project Planning (JPP) dan Joint Requirements Planning (JRP) merupakan strategi yang paling efektif dan tercepat dalam merancang sistem. JPP merupakan strategi dimana semua stakeholders project (system owners, users, analysts, designers dan builders) berpartisipasi dalam ruang kerja project management. Dari JPP dapat ditentukan: lingkup projek, rencana kerja, sumber, dan anggaran. Sedangkan JRP merupakan teknik yang menggunakan ruang kerja untuk mempertemukan system owners, users, analysts, designers dan builders untuk bersama-sama menganalisis sistem.
Whitten (1994:43) mengelompokkan building block-people menjadi beberapa system users, salah satunya adalah technical and professional staff. Orang yang berada pada kelompok technical and professional staff memiliki keahlian khusus, misalnya akuntan. Dengan demikian akuntan berperan dalam perencanaan di atas. Akuntan tidak hanya berperan dalam perencanaan, tetapi berperan pada keseluruhan perancangan database. Akuntan berperan dalam perancangan conceptual, external, dan internal-level schema. Oleh sebab itu akuntan harus memiliki pengetahuan sistem database yang baik, sehingga dapat berpartisipasi dalam merancang SIA terkomputerisasi. Partisipasi akuntan yang utama adalah menjamin bahwa pengawasan memadai diterapkan dalam sistem database, guna menjaga data. Akuntan juga harus memberi keyakinan bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya.
Berdasarkan pengamatan terhadap mahasiswa yang menempuh mata kuliah Database Manajemen Sistem, yang penulis asuh sejak tahun 1996 di Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra, mahasiswa mengalami kesulitan dalam menggambarkan Diagram Entity-Relationship (ERD). Entity apa yang harus disertakan, attribute apa yang harus dicantumkan pada masing-masing Entity. Umumnya mahasiswa menggambarkan ERD seperti pada Gambar 1(A), sebenarnya penggambaran tersebut tidak terlalu salah, walaupun cukup sulit untuk menghasilkan database yang memenuhi normalisasi (Yuliana 2001:37). Penulis harus mengilustrasi seperti pada Gambar 1(B), sehingga mahasiswa dapat menggambarkan ERD seperti pada Gambar 1(C). Karena mahasiswa akuntansi sudah memahami siklus-siklus akuntansi, maka ada cara pendekatan lain, yaitu Diagram REA. Pada tulisan ini diagram REA diterapkan hanya pada siklus pendapatan.
MENGIMPLEMETASIKAN DIAGRAM REA DALAM D-BASE RELASIONAL
× Mengimplemetasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu : (berikan contohnya ya )
1. membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak-ke-banyak (many to many)
2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat
Penjelasan :
• Menetapkan Kunci Utama: Biasanya, kunci utama of a table representing an entity is a single attribute.
• Other Attributes: Additional attributes are included in each table to satisfy transaction processing requirements.
3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu ke satu (one to one) dan hubungan satu ke banyak (one to many)
Contoh :
Hubungan Satu ke Satu: Di dalam database relasional, hubungan satu ke satu antara entitas dapat diimplementasikan dengan memasukkan kunci utama suatu entitas sebagai kunci luar dalam tabel yang mewakili entitas satunya.
Contoh one to many :
Penjelasan :
• Dalam database relasional, hubungan satu ke banyak dapat diimplementasikan juga dalam relasi ke database dengan menggunakan kunci luar.
• Kunci utama dari entitas dengan kardinal maksimum N menjadi kunci luar dalam entitas dengan kardinal maksimum 1
1. membuat sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak-ke-banyak (many to many)
2. Memberikan atribut ke tabel yang tepat
Penjelasan :
• Menetapkan Kunci Utama: Biasanya, kunci utama of a table representing an entity is a single attribute.
• Other Attributes: Additional attributes are included in each table to satisfy transaction processing requirements.
3. Menggunakan kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu ke satu (one to one) dan hubungan satu ke banyak (one to many)
Contoh :
Hubungan Satu ke Satu: Di dalam database relasional, hubungan satu ke satu antara entitas dapat diimplementasikan dengan memasukkan kunci utama suatu entitas sebagai kunci luar dalam tabel yang mewakili entitas satunya.
Contoh one to many :
Penjelasan :
• Dalam database relasional, hubungan satu ke banyak dapat diimplementasikan juga dalam relasi ke database dengan menggunakan kunci luar.
• Kunci utama dari entitas dengan kardinal maksimum N menjadi kunci luar dalam entitas dengan kardinal maksimum 1
DIAGRAM HUBUNGAN-ENTITAS (ENTITY-RELATIONSHIP)
× Diagram hubungan-entitas (entity-relationship) adalah suatu teknik grafis yang menggambarkan skema data base. Digaram ini disebut sebagai diagram E-R karena diagram tersebut menunjukkan berbagai entitas yang dimodelkan, serta hubungan antar entitas tersebut.
× MODEL DATA REA secara khusus dipergunakan dalam desain dtabase SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi
× Model data REA mengklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu : (berikan contoh)
1. sumber daya yang didapat dan dipergunakan organisasi (Resource)
conth : kas dan persediaan, perlengkapan, gudang pabrik dsb
2. Kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi (Event)
Contoh : sales events, taking customer orders
3. Pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut (agent)
Conth : pegawai (staf penjualan dan kasir), pelanggan
× Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu teriri dari empat langkah : (berikan contoh untuk macam2 siklus)
1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan kualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut
Penjelasan :
• Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut.
• Diagram REA untuk siklus pendapatan S&S dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik
2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalm kegiatan tersebut
Penjelasan :
• Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi.
• Kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan.
• Kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan.
• Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
• Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan/pemasok) yang terlibat dalam setiap kegiatan.
3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi utnuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan petukaran ekonomi
Penjelasan :
• Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran.
• Contoh: Kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko. economic exchange event
4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan
Penjelasan :
• Kardinalitas menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya.
• Kardinalitas sering diungkapkan sebagai pasangan nomor di setiap entitas.
• Nomor pertama adalah kardinalitas minimum, dan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.
• Kardinalitas maksimem dari sebuah hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas dapat dihubungkan lebih dari satu baris dalam entitas lainnya on the other side of the relationship.
• Kardinalitas maksimem dapat baik 1 atau N.
• Kardinalitas minimem 1 artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu dapat dihubungkan ke hanya satu baris dalam tabel lainnya.
• Kardinal maksimem N artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu bisa dihubungkan lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.
× MODEL DATA REA secara khusus dipergunakan dalam desain dtabase SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi
× Model data REA mengklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu : (berikan contoh)
1. sumber daya yang didapat dan dipergunakan organisasi (Resource)
conth : kas dan persediaan, perlengkapan, gudang pabrik dsb
2. Kegiatan atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi (Event)
Contoh : sales events, taking customer orders
3. Pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut (agent)
Conth : pegawai (staf penjualan dan kasir), pelanggan
× Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu teriri dari empat langkah : (berikan contoh untuk macam2 siklus)
1. Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan kualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut
Penjelasan :
• Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut.
• Diagram REA untuk siklus pendapatan S&S dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik
2. Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalm kegiatan tersebut
Penjelasan :
• Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi.
• Kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan.
• Kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan.
• Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut.
• Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan/pemasok) yang terlibat dalam setiap kegiatan.
3. Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi utnuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan petukaran ekonomi
Penjelasan :
• Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran.
• Contoh: Kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko. economic exchange event
4. Tetapkan kardinalitas setiap hubungan
Penjelasan :
• Kardinalitas menunjukkan bagaimana perumpamaan dalam satu entitas dapat dihubungkan ke perumpamaan tertentu dalam entitas lainnya.
• Kardinalitas sering diungkapkan sebagai pasangan nomor di setiap entitas.
• Nomor pertama adalah kardinalitas minimum, dan nomor kedua adalah kardinalitas maksimum.
• Kardinalitas maksimem dari sebuah hubungan menunjukkan apakah setiap baris dalam entitas dapat dihubungkan lebih dari satu baris dalam entitas lainnya on the other side of the relationship.
• Kardinalitas maksimem dapat baik 1 atau N.
• Kardinalitas minimem 1 artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu dapat dihubungkan ke hanya satu baris dalam tabel lainnya.
• Kardinal maksimem N artinya bahwa setiap baris dalam tabel itu bisa dihubungkan lebih dari satu baris dalam tabel lainnya.
PEMBUATAN MODEL DATA DAN DESAIN DATABASE
Model Data
Model data digunakan untuk mendeskripsikan rancangan basis data pada level lojik. Ada beberapa model data, antara lain:1. Model Entity-RelationalshipPada model ini suatu basis data merupakan representasi dari sekumpulan objek dasar dan relasi yang menghubungkan entitas.2. Model RelasionalModel relasional menggunakan bentuk table-tabel untuk mempresentasikan data dan relasinya. Model ini menempati level abstraksi yang lebih rendah daripada model E-R karena sifatnya langsung menunjukkan bentuk record yang akan dikirimkan dalam suatu file.3. Selain model tersebut terdapat model-model lain seperti objectobject-oriented, object-relasional dsb.Dalam model data juga terdapat konsep yang penting, yaitu:• Constraint, yaitu batasan yang harus dipenuhi dalam suatu struktur basis data.• Key, berfungsi mengidentifikasikan atribut khusus yang membedakan setiap entitas. Contoh: primary key, foreign key.• Query adalah statemen yang digunakan user mengakses basis data.
Tujuan desain database.
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Penerapa database dalam sistem informasi disebut dengan database system. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang
dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat
terpenuhi dengan baik. Terdapat beberapa alasan mengapa desain database perlu untuk dilakukan, salah satu adalah untuk menghindari pengulangan data.
Adapun metode untuk meminimasi pengulangan data (data redudancy) antara
lain dengan :
a. Normalisasi. Adalah proses yang berkaitan dengan model data relational untuk mengorganisasi himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses normalisasi adalah himpunan himpunan data dalam bentuk normal Kegunaan normalisasi :
a. Meminimasi pengulangan informasi.
b. Memudahkan indentifikasi entiti / obyek.
b. Dekomposisi lossless.
Diperlukan jika ada indikasi bahwa tabel yang kita buat tidak baik (terjadi pengulangan informasi, potensi inkonsistensi data pada operasi
pengubahan, tersembunyinya informasi tertentu) dan diperlukan supaya
jika tabel-tabel yang didekomposisi kita gabungkan kembali dapat
menghasilkan tabel awal sebelum didekomposisi, sehingga diperoleh tabel
yang baik.
c. ERD (Entity Relationship Diagram).
d. Menentukan kardinalitas relasi.
Terdapat beberapa pengertian tentang key sehubungan dengan normalisasi dan ERD, antara lain :
a. Superkey adalah gugus dari sejumlah atribut entiti yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi obyek secara unik.
b. Candidate key adalah superkey dengan jumlah atribut minimal dan dapat berdiri sendiri.
c. Primary key adalah superkey yang dipilih oleh desainer atau administrator basis data.
Langkah-langkah desain database.
Untuk tahap desain database yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan dalam sistem informasi yang dibangun. File-fila database yang dibutuhkan oleh system dapat dilihat pada desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data (DFD).
Langkah-langkah desain database secara umum adalah sebagai berikut :
a. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem yang baru.
File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yangtelah
dibuat.
b. Menentukan parameter daru file database.
Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan, maka parameter
dari file selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter tersebut, meliputi:
• Tipe dari file : file induk, file transaksi, file sementara (temporary).
• Media dari file : hardisk, disket, pita magnetik, CD.
• Organisasi dari file : fila sequential, random, berindek.
• Field kunci dari file.
Model data digunakan untuk mendeskripsikan rancangan basis data pada level lojik. Ada beberapa model data, antara lain:1. Model Entity-RelationalshipPada model ini suatu basis data merupakan representasi dari sekumpulan objek dasar dan relasi yang menghubungkan entitas.2. Model RelasionalModel relasional menggunakan bentuk table-tabel untuk mempresentasikan data dan relasinya. Model ini menempati level abstraksi yang lebih rendah daripada model E-R karena sifatnya langsung menunjukkan bentuk record yang akan dikirimkan dalam suatu file.3. Selain model tersebut terdapat model-model lain seperti objectobject-oriented, object-relasional dsb.Dalam model data juga terdapat konsep yang penting, yaitu:• Constraint, yaitu batasan yang harus dipenuhi dalam suatu struktur basis data.• Key, berfungsi mengidentifikasikan atribut khusus yang membedakan setiap entitas. Contoh: primary key, foreign key.• Query adalah statemen yang digunakan user mengakses basis data.
Tujuan desain database.
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Penerapa database dalam sistem informasi disebut dengan database system. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang
dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat
terpenuhi dengan baik. Terdapat beberapa alasan mengapa desain database perlu untuk dilakukan, salah satu adalah untuk menghindari pengulangan data.
Adapun metode untuk meminimasi pengulangan data (data redudancy) antara
lain dengan :
a. Normalisasi. Adalah proses yang berkaitan dengan model data relational untuk mengorganisasi himpunan data dengan ketergantungan dan keterkaitan yang tinggi atau erat. Hasil dari proses normalisasi adalah himpunan himpunan data dalam bentuk normal Kegunaan normalisasi :
a. Meminimasi pengulangan informasi.
b. Memudahkan indentifikasi entiti / obyek.
b. Dekomposisi lossless.
Diperlukan jika ada indikasi bahwa tabel yang kita buat tidak baik (terjadi pengulangan informasi, potensi inkonsistensi data pada operasi
pengubahan, tersembunyinya informasi tertentu) dan diperlukan supaya
jika tabel-tabel yang didekomposisi kita gabungkan kembali dapat
menghasilkan tabel awal sebelum didekomposisi, sehingga diperoleh tabel
yang baik.
c. ERD (Entity Relationship Diagram).
d. Menentukan kardinalitas relasi.
Terdapat beberapa pengertian tentang key sehubungan dengan normalisasi dan ERD, antara lain :
a. Superkey adalah gugus dari sejumlah atribut entiti yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi obyek secara unik.
b. Candidate key adalah superkey dengan jumlah atribut minimal dan dapat berdiri sendiri.
c. Primary key adalah superkey yang dipilih oleh desainer atau administrator basis data.
Langkah-langkah desain database.
Untuk tahap desain database yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi terlebih dahulu file-file yang diperlukan dalam sistem informasi yang dibangun. File-fila database yang dibutuhkan oleh system dapat dilihat pada desain model yang digambarkan dalam bentuk diagram arus data (DFD).
Langkah-langkah desain database secara umum adalah sebagai berikut :
a. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem yang baru.
File yang dibutuhkan dapat ditentukan dari DAD sistem baru yangtelah
dibuat.
b. Menentukan parameter daru file database.
Setelah file-file yang dibutuhkan telah dapat ditentukan, maka parameter
dari file selanjutnya juga dapat ditentukan. Parameter tersebut, meliputi:
• Tipe dari file : file induk, file transaksi, file sementara (temporary).
• Media dari file : hardisk, disket, pita magnetik, CD.
• Organisasi dari file : fila sequential, random, berindek.
• Field kunci dari file.
Langganan:
Postingan (Atom)